Tips Percepat Internet Pada Browser Mozilla

Sikat Blog - Mungkin bayak dari teman-teman yang mengeluh karena waktu ngenet di warnet atau ngenet pakai komputer sendiri koneksinya sangat lambat. Apalagi kalau kita lagi lagi diwarnet yang ada billingnya, kan waktu pemakaian berjalan terus padahal koneksi internetnya sangat lambat padahal kita cuma pengen cari bahan tugas kuliah, sekolah, atau artikel.

Nah dibawah ini akan saya coba untuk memberikan tips agar koneksi internet kita lebih cepat melalui Mozilla.

Cara Mempercepat Internet di Mozilla
- Untuk mematikan gambar, javascrip dll.
tools–>options–>content. Uncek semuanya
tools–>options–>advanced–>update. uncek semuanya (memetikan auto update) - ketik “about:config” pada address bar,

Setelah itu ubah “network.http.pipelining” dan “network.http.proxy pipelining” menjadi “true“, serta isi “network.http.pipelining.maxrequests” antara 30 –100 ( semakin besar semakin cepat ). kemudian klik kanan dimana saja dan pilih New->Integer , tuliskan “nglayout.initialpaint.delay” lalu isi dengan 0.

Semoga tulisan ini sedikit berguna bagi teman-teman, dan jika teman-teman masih merasa kurang puas dengan kecepatan aksesnya, bisa dengan tambahan menginstal accelerator yang banyak disediakan.

Cara Instalasi Ubuntu 9.04 Desktop Edition

Sikat Blog - Ubuntu 9.04 di release pada April 2009, memiliki beberapa official varian, ubuntu, kubuntu, xubuntu, edubuntu dan gobuntu. Release yang saya download dan akan saya bahas proses instalasinya adalah Ubuntu 9.04 i386 Desktop Edition.

Selain arsitektur intel 386 (i386) yang cocok untuk semua prosesor 32 bit yang kompatible dengan intel, anda yang memiliki mesin dengan prosesor 64 bit bisa mendownload, Ubuntu 9.04 amd64 atau Ubuntu 9.04 ppc untuk pemilik Mac.

 Requirements Untuk menginstall Ubuntu, anda memang bisa memaksa Ubuntu untuk berjalan di system dengan mesin lawas. Tetapi untuk meminimalkan depresi dan frustasi anda, disarankan untuk menginstall Ubuntu pada mesin Pentium 4 dengan processor 1GHz.

Menurut dokumentasi, system anda harus memiliki minimal: 64 Mb RAM dan disarankan 256Mb. Hardisk 1 Gb.Untuk system terminal tanpa desktop 64 Mb RAM dan disarankan 512Mb. Hardisk 5 Gb.Untuk system GUI/desktop

Saya sendiri, memiliki system DualCore 64 Bit dengan RAM 1Gb. Hardisk yang terpakai untuk root ubuntu adalah 3.55Gb, dengan aplikasi yang lengkap, game, office, grafis, web server, dan lain-lain.

BackUp System
Kehilangan data adalah resiko yang harus anda tanggung. Kehilangan data bisa disebabkan terjadi kegagalan saat instalasi, kecelakaan, dan lainnya. Jika anda memiliki USB disk, anda bisa menyalin file-file penting ke USB disk tersebut. Cara terbaik meminimalisir kerugian adalah dengan melakukan backup menyeluruh. Anda bisa menggunakan partimage untuk membackup keseluruhan partisi, termasuk MBR-nya.

Proses Instalasi Ubuntu 9.04 Secara garis besar, saat menginstall ubuntu anda akan melewati beberapa tahapan pra-instalasi:
1. Memilih Bahasa Instalasi
2. Memilih Lokasi dan Zona Waktu
3. Memilih Keyboard
4. Melakukan Pemartisian Hardisk
5. Membuat User/Pengguna
6. Migrasi Dokumen dan Setting
7. Summary, Instalasi Grub

Saya mengatakan Pra-Instalasi, karena belum terjadi apapun sebelum anda menekan tombol terakhir, install (bisa disebut langkah ke-8). Proses instalasi sebenarnya akan berlangsung setelah anda menekan tombol install. Setelah itu, anda tidak bisa menghentikan Ubuntu, hidup anda akan berubah :-) ! Setelah mendownload file iso ubuntu, misalnya dari ftp.kambing.ui.edu/pub/ubuntu anda harus membakarnya ke cdrom. Jika anda tidak sempat mendownload, anda bisa membelinya di toko kami http://linuxindo.web.id/minishop/.

Booting dari CDROM
Setelah dibakar ke cdrom, anda harus booting menggunakan cdrom itu. Jika PC anda sudah diset untuk boot ke cdrom, anda bisa menunggu sampai layar pilihan boot ubuntu menyapa anda. Jika tidak, anda bisa menekan tombol F12 (atau sejenisnya, sesuai pesan bios) untuk mengganti pilihan booting.

Pada layar menu booting ubuntu, anda akan diberi beberapa pilihan:
1. Try Ubuntu….. untuk mencoba system live
2. Install Ubuntu ….. untuk menginstall ubuntu
3. Check disk….. untuk mengecek cd
4. Test memory….. untuk mengetest RAM
5. Boot from …… untuk mem-boot OS di hardisk

Setelah memilih Install Ubuntu dengan menekan tombol panah bawah lalu Enter, anda akan dibawa ke layar pesan booting

Langkah 1.
Memilih Bahasa Di halaman welcome anda bisa memilih bahasa selama proses instalasi. Bahasa ini juga akan menjadi bahasa default sistem anda (jangan khawatir, anda bisa memilih bahasa baru nanti melalui menu System >> Administration >> Language Support).

Di sini, karena lebih familiar dan nyaman menggunakan bahasa Inggris, saya memilih bahasa Inggris. Untuk memilih bahasa selain bahasa Inggris, anda bisa melakukan klik scroll di tab daftar bahasa di sebelah kiri. Jika ingin membatalkan proses instalasi, tekan tombol Quit. Untuk melanjutkan tekan tombol Forward
.
Langkah 2.
Memilih Lokasi dan Time Zone Anda harus memilih lokasi dan zona waktu sesuai lokasi dan zona waktu anda saat ini. Hal ini penting karena beberapa setting akan otomatis mengikuti lokasi anda. Seperti lokasi server repository terdekat dengan lokasi anda saat ini. Menggunakan server yang lebih dekat tentu akan menghemat bandwith dan mempercepat waktu downloadnya.

Karena saya tinggal di Mataram, termasuk zona waktu Indonesia bagian tengah. Saya memilih Makssar di field City/Kota. Atau anda bisa mengklik pada peta. Selanjutnya, klik Forward untuk melanjutkan.

Langkah 3.
Memilih LayOut Keyboard Biasanya, kita menggunakan keyboard standar USA. Jika PC/Laptop anda menggunakan keybiard jenis lain, anda bisa memilih dari daftar yang tersedia. Jika anda tidak tahu, anda bisa melakukan test dengan mengetik di field yang tersedia di kiri bawah.

Langkah 4.
Mempartisi Hardisk Biasanya bagian tersulit dari proses instalasi adalah saat melakukan pemartisian. Tetapi dengan Ubuntu, anda tidak perlu khawatir, anda akan melakukannya dengan interface GUI. Meskipun demikian, kesalahan dalam pemartisian bisa mengakibatkan kehilangan data. Sebab itu, anda sebaiknya melakukan backup terlebih dahulu. Agar mudah memahami pemartisian, anda harus mengetahui untuk apa anda menginstall ubuntu.

Untuk menginstall ubuntu di hardisk yang kosong atau single booting, anda bisa memilih melakukan pemartisian manual atau otomatis, seperti pada gambar di bawah ini. Untuk kontrol yang lebih baik, saya menyarankan anda memilih pemartisian manual – Specify Partitions Manual (Advanced).

Klik forward, setelah memilih opsi ini. Saya menggunakan dua hardisk (virtualbox), sda dan sdb. Pada sda sudah terinstall WindowsXP, sedangkan pada hardisk kedua, sdb masih kosong. Idealnya, Ubuntu diinstall dengan skema partisi: 1. Partisi root (/) – disarankan 5 Gb 2. Partisi swap (sw) – Umumnya 2x nilai RAM anda. Jika RAM anda 1Gb. Partisi swap sebaiknya 2Gb. 3. Partisi home (/home) – sebaiknya sisa/bagian terbesar hardisk

Klik pada bagian yang kosong, pilih New Partition untuk membuat partisi baru. Pilih partisi jenis Primary. Anda bisa membuat maksimal 4 partisi primary (sda1, sda2, sda3 dan sda4) yang salah satu partisi primary (biasanya partisi ke-4/sda4) akan menjadi partisi Extended (yang di dalamnya kita bisa membuat partisi logical (sda5 – dst) dalam jumlah tak terbatas).

Untuk ukuran partisinya, masukkan ukuran partisi yang disarankan, 5 Gb untuk root. Pada gambar saya membuat kira-kira 4.5Gb. Ini tidak apa-apa, karena saya tidak banyak menginstall aplikasi-aplikasi yang tidak fungsionalitas seperti compiz, gnome games, printer (karena saya tidak punya printer), dan lain-lain. Jika ingin melakukan perhitungan, anda bisa menggunakan ukuran 1024 Mb = 1Gb sebagai patokan perhitungan.

Jadi, jika anda ingin membuat partisi 5 Gb, anda harus memasukkan nilai 1024 x 5 = 5120. Untuk lokasi partisi, umumnya di awal, agar terstruktur. Untuk jenis partisi, Ubuntu 9.04 menggunakan filesystem Ext4 yang lebih cepat dan memiliki performance lebih baik dari Ext3. Untuk mount point, pilih root (/). Klik OK, untuk membuat partisi. Selanjutnya, ulangi langkah tadi untuk membuat partisi /home. Bedanya, pada mount point, pilih /home. Dan ingat untuk menyisakan space kosong sebesar 2x RAM anda. Pada sisa hardisk yang masih kosong, buat partisi baru dengan tipe filesystem swap area.

Untuk menginstall sistem dual boot/multi system, partisi harus dipersiapkan matang, sebelum melakukan proses instalasi sistem operasi. Prinsipnya adalah mengalokasikan hardisk sesuai kebutuhan dan karakter masing-masing OS.

Langkah 5.
Membuat User User di ubuntu ada tiga jenis.
1. Root, super user, yang defaultnya tidak memiliki password dan tidak diaktifkan.
2. Administrator, user biasa yang memiliki hak administrasi. User ini memiliki tanda kekuasaan, menggunakan sudo.
3. User Biasa, user yang tidak memiliki hak administrasi system.

Penting untuk diperhatikan, pada bagian nama komputer (host), nama ini akan muncul di prompt terminal seperti contoh: amrinz@ubuntu:~$ Sedangkan pada opsi login automatically, cocok untuk komputer pribadi. Untuk komputer publik, dan memperhatikan keamanan, sebaiknya memilih opsi Require password…..

 Jika setelah meng-klik tombol next, muncul pesan seperti ini, anda bisa meng-klik continue untuk mengabaikan dan tetap menggunakan password tadi. Jika anda menginginkan keamanan yang lebih baik, sebaiknya anda mengganti password anda. Kombinasi huruf, angka dan karakter atau menggunakan password yang lebih panjang.

Langkah 6.
Migrasi Dokumen dan Setting Ubuntu memiliki fitur yang tidak dimiliki distro atau OS lain, migrasi dokumen dan setting lintas OS. Pada gambar, saya mengimpor dokumen dan setting (termasuk wallpaper) dari windows. Hebatkan? Tentu saja anda bisa memilih untuk tidak melakukan impor sama sekali, atau mengimpor setting dan file tertentu saja. Lanjutkan dengan menekan tombol Forward.

Langkah 7.
Summary Sebelum melakukan tahap instalasi yang sesungguhnya (langkah ke-8), anda akan diminta melihat summary, ikhtisar keseluruhan setting sebelum menginstall. Pada saat ini, anda juga bisa memilih untuk membatalkan instalasi, dengan menekan tombol Quit. Saat ini juga, anda bisa memilih dimanakah anda akan menginstall Grub (Boot Manager) atau malah tidak menginstall grub sama sekali, yang mana tidak saya sarankan.

Langkah 8.
Instalasi Pada tahap ini, anda tidak melakukan apapun begitu anda menekan tombol Install. Yang anda lakukan hanyalah, menyesap kopi anda, menonton proses instalasi berjalan kira-kira 20-30 menit, tergantung kekuatan PC anda. Klik Restart Now, dan ….

Selamat datang di dunia Ubuntu!

Cara Menyeting Wireless Untuk Share Internet

Sikat Blog - Beberapa hari yang lalu ada seorang teman yang menanyakan bagaimana cara menyeting wireless untuk share internet dari komputer satu ke komputer dua. Bagi sebagian orang mungkin ini adalah artikel yang tidak penting karena mereka sudah lama tau cara seting sharing wireless, tapi bagi ku inilah suatu tantangan.

Ok kita fokus kepada pokok permasalahan nya saja, share atau sharing wireless merupakan salah satu teknik menghemat biaya pulsa internet, dengan menggunakan satu modem kemungkinan besar bisa digunakan untuk 5 wireless.

Cara seting wireless untuk share internet
1. Atur IP Address
 - Start masuk pada control panel
 - Klik network connection & local area
 - Klik propertis pilih Internet Protokol ( TCP/IP )
 - Seting IP serta subnet mask & ok
2. Login untuk setingan sharing wireless
3. Klik wireless lalu Network Name ( SSID )
4. Klik save untuk proses penyimpanan
5. Selesai deh :)

Sekian dulu informasi Cara Seting Wireless Untuk Share Internet

Trik Mempercepat Internet Smart Haier C700

Sikat Blog - Baru beberapa minggu beli HP Modem terbaru dari SMART, Haier C700, saya merasa kurang puas dengan performa internetnya yang tergolong lemot alias lambat banget. Mungkin gara-gara promosi HP-nya yang ada di mana-mana membuat banyak orang membeli HP tersebut. Alhasil, koneksi internet ke server SMART membludak hingga akses internet jadi lemot.

Setelah membaca artikel dari HackCenter dan chuacollection yang cukup menarik perhatian saya, saya mencoba bereksperimen dengan kedua referensi di atas. Hasilnya, saya menemukan beberapa tips dan trik untuk mempercepat koneksi internet HP Modem SMART C700. Apakah hanya untuk C700? Bagaimana dengan SMART tipe ZTE C261 yang notabene juga “satu saudara” dengan Haier C700? Caranya juga sama kok.. Namanya juga adik-kakak.. :) Dalam tutorial ini saya menggunakan Windows XP dan HP modem Haier C700 (punya yang tipe itu doank sih..)

Cukup dengan perkenalannya sekarang saatnya kita beraksi..!! Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan bahwa driver HP sudah terinstalasi dengan baik. Saya tidak akan menjelaskan langkah-langkah menginstall driver-nya karena hal tersebut sudah ada dalam broser petunjuk. Silahkan dibaca.. :)

Sekarang tekan kombinasi tombol [Windows] + [R] atau menu [Start - Run] untuk memunculkan kotak dialog “Run“. Ketik dalam kotak yang tersedia: “gpedit.msc” (tanpa tanda kutip) disertai tombol Enter. Dalam jendela “Group Policy“, bukalah folder berikut:

Computer Configuration – Administrative Templates – Network – QoS Packet Scheduler

Dalam folder yang bersangkutan anda akan menemukan entri “Limit reservable bandwith Properties“. Klik dua kali untuk melakukan pengaturan. Pada jendela yang muncul, klik pada pilihan “Enabled” dan ubah manual “Bandwith limit” ke 0%. Klik tombol Ok untuk melanjutkan dan restart komputer anda.

Hal tersebut akan meniadakan akses bandwith yang digunakan oleh Microsoft sehingga seluruh bandwith yang tersedia dapat digunakan untuk akses internet biasa dan mempercepat koneksi internet.

Berikutnya adalah mengubah pengaturan (setting) koneksi Smart itu sendiri yaitu pada bagian username, password, dan dial number. Perubahan yang dilakukan ternyata berpengaruh pada kecepatan akses internet. Berikut adalah yang bisa anda coba:

1 (default)
Username : smart
Password : smart
dial no. : #777

2
Username : cdma
Password : cdma
dial no. : #777

3
Username : smart
Password : smart
dial no. : *31*11111#

4
Username : cdma
Password : cdma
dial no. : *31*11111#

5
Username : wap
Password : wap
dial no. : *31*11111#

6
Username : telkom
Password : telkom
dial no. : 080989999

Namun pada percobaan yang saya lakukan (setidaknya oleh HP dan laptop yang saya miliki), setting yang bisa dicoba hanya pada nomor 1 dan 2 dimana dial number tetap pada #777. Saya tidak tahu apakah di tempat berbeda setting yang lain juga bisa dicoba?? Tips: setting nomor 2 terbukti lebih cepat dan stabil pada koneksi internetnya.

Cara lain yang dapat dilakukan untuk mempercepat koneksi internet adalah dengan meletakkan HP C700 dalam wajan cekung seperti yang biasa digunakan untuk memasak di dapur. Cara ini terbukti dapat meningkatkan performa antena HP sehingga penerimaan sinyal HP menjadi stabil dan tidak putus-putus. Bisa juga dengan meletakkan HP di atas lempengan aluminium yang cukup panjang sehingga sinyal yang diterima oleh HP dapat semakin banyak.

Sekian dulu informasi Tips Dan Trik Mempercepat Internet Smart Haier C700